
MAMUJU, KORMI SULBAR — Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sulawesi Barat memasuki tahap akhir persiapan menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) yang akan digelar pada 20–21 Agustus 2026 di Mamuju.
Panitia pelaksana memastikan seluruh perangkat aturan dan mekanisme persidangan telah rampung, kendati waktu persiapan tergolong singkat.
Ketua Steering Committee Musprov KORMI Sulbar 2026, H. Eman Sulaiman, menegaskan bahwa seluruh regulasi dirancang secara cermat guna menjamin pelaksanaan yang transparan dan akuntabel.
“Kami memastikan seluruh proses ini berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta tetap menjunjung tinggi semangat kekeluargaan,” ujar Eman dalam rapat koordinasi gabungan di Sekretariat Musprov, Blackcamp Coffee, Jalan Badau, Mamuju, Senin (3/8/2026).
Aturan Ketat Penjaringan dan Ketentuan Dukungan Ganda
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) telah menerbitkan Surat Keputusan Ketua Umum KORMI Sulbar Nomor 07/SK/KORMI-SB/VII/2026 tentang Tahapan Penjaringan. Tahapan tersebut meliputi:
- – Tahap Sosialisasi: 1–4 Agustus 2026
- – Pendaftaran & Pengambilan Formulir: 5–9 Agustus 2026
- – Pengembalian Berkas: 10–13 Agustus 2026
- – Verifikasi & Masa Sanggah: 14–16 Agustus 2026
- – Penetapan Bakal Calon: 17–18 Agustus 2026
Ketua TPP, Sjaifuddin Nontji, menjamin proses seleksi berlangsung netral, objektif, dan terbuka. Setiap bakal calon diwajibkan berdomisili di Sulawesi Barat, menyertakan pakta integritas, menandatangani surat kesediaan berdomisili di Mamuju, serta mengantongi dukungan minimal dari dua anggota aktif KORMI Sulbar (KORMIDA maupun INORGA).
Sjaifuddin juga menegaskan penerapan aturan ketat terkait potensi dukungan ganda. “Apabila terdapat anggota yang memberikan dukungan kepada lebih dari satu calon, maka yang dinyatakan sah hanya surat dukungan yang pertama kali diterima dan tercatat resmi dalam registrasi TPP,” jelasnya.
Momentum Penguatan Konsolidasi Organisasi
Sementara itu, Plt. Ketua Umum KORMI Sulbar, Safaruddin, menilai Musprov kali ini tidak sekadar menjadi agenda suksesi kepemimpinan. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas gerakan memasyarakatkan olahraga di Sulawesi Barat.
Ia turut mengapresiasi kinerja cepat panitia yang berhasil menuntaskan berbagai dokumen krusial dalam waktu terbatas. Berbagai dokumen yang telah dirampungkan antara lain draf tata tertib Musprov, alur persidangan pleno, format persyaratan dukungan, rancangan surat keputusan, hingga rekomendasi program kerja KORMI Sulbar periode 2026–2030.
Menjelang berakhirnya masa kepengurusan periode 2022–2026, panitia menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan seluruh rangkaian Musprov secara profesional dan demokratis demi melahirkan kepemimpinan baru yang mampu memajukan olahraga masyarakat di Sulawesi Barat. (*)
